MAKALAH ARSITEKTUR
KOMPUTER SISTEM BUS
( BUS KONTROL )
NAMA : WIDIARTO RESTU PRADITA
NPM : 888740101150088
PRODI : S1 SISTEM KOMPUTER
SEKOLAH
ELEKTRONIKA DAN KOMPUTER
SEMARANG
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Organisasi Komputer
adalah bagian yang terkait erat dengan unit-unit operasional dan interkoneksi
antar komponen penyusun sistem komputer dalam merealisasikan aspek
arsitekturalnya. Komputer adalah sebuah mesin elektronik yang secara cepat
menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut
seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer dan menghasilkan keluaran
informasi yang dihasilkan setelah diolah.
Struktur internal
komputer meliputi: Central Processing Unit(CPU), Memori Utama, I/O, Sistem
Interkoneksi. Fungsi dasar sistem komputer adalah Fungsi Operasi Pengolahan
Data, Penyimpanan Data, Fungsi Operasi Pemindahan Data, Fungsi Operasi Kontrol.
Sistem bus atau bus sistem, dalam arsitektur komputer merujuk pada bus
yang digunakan oleh sistem komputer untuk menghubungkan semua komponennya dalam
menjalankan tugasnya. Sebuah bus adalah sebutan untuk jalur di mana data dapat
mengalir dalam komputer. Jalur-jalur ini digunakan untuk komunikasi dan dapat
dibuat antara dua elemen atau lebih. Data atau program yang tersimpan dalam
memori dapat diakses dan dieksekusi oleh CPU melalui perantara sistem bus.
1.2.
Rumusan Masalah
1.
Bagai mana sejarah Bus ?
2.
Apa pengertian Bus ?
3.
Apa pengertian Control Bus ?
4.
Apa saja fungsi Control Bus ?
5.
Apa saja bagian – bagian dari Control Bus ?
1.3.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui bagi mana sejarah Bus
2.
Untuk mengetahui definisi Bus
3.
Untuk mengetahui definisi Control Bus
4.
Untuk mengetahui fungsi dari Control Bus
5.
Untuk mengetahui bagian – bagian dari Control Bus
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Sejarah BUS
Sejarah
BUS dibagi menjadi tiga generasi yaitu ;
Generasi Pertama
Beberapa dari masalah
yang ditemui instruksi-instruksi, diantaranya ialah adanya interupsi. Komputer
menangani interupsi (permintaan dari modul I/O) tersebut dengan menunggu sampai
looping pada interupsi tersebut selesai dan perangkat external komputer kembai
siap untuk bekerja.
Beberapa waktu
setelah itu,beberapa komputer mulai untk mentransfer data dari memori ke
seluruh bagian CPU. Dalam hal ini, komputer akan memprioritaskan pentransferan
data melalui bus ke bagian program yang diinterupsi. Sistem bus pada
mikrokomputer hakekatnya terhubung langsung ke pin-pin pada CPU atau dengan
cara melewati amplifier untuk menghubungkannya.
Memori dan device
lainnya akan ditambah ke bus dengan mnggunakan alamat yang sama dan pin-pin
data yang ada pada CPU secara paralel. Komunkasi antar device tersebut
dikontrol oleh CPU, yang mana data dibaca dan ditulis dari device- device yang
ada baik dari maupun ke memori,seluruhnya dibawah kendali CPU. Bahkan dadangkala
hal terbut dilakukan dlm 1 waktu.
Seperti yang pernah
dibicarakan sebelumnya, device-device komputer mengeluarkan interupsi
(pemintaan pelayanan) ke CPU dengan cara memberikan sinyal-sinyal melalui
pin-pin pada CPU. Umpamanya, pengontrol disk drive memberikan sinyal interupsi
ke CPU, yaitu diantaranya memberitahukan kepada CPU bahwa data yang ada pada
memori tersebut telah siap dibaca. Dengan begitu CPU akan memindahkan data
dengan membaca alamat memori yang diberikan oleh disk drive ersebut. Hampir
semua mikrokomputer dibangun dengan menggunakan metode ini, yakni dimulai
dengan bus S-100 di Altair.
Dalam pengumpamaan
yang sama, sebagian besar tokoh di PC IBM, terus bekerja keras untuk
mengembangkan metode pentransferan data yang ada pada komputer sebelumnya
dengan mengimplementasikan bus-bus I/O secara terpisah, meskipun jika dilihat
secara keseluruhan, dari segi pengaksesan perangkt keras maupun memori, hal
tersebut tidak meningkat terlalu signifikan.
Sistem bus yang
sederhana ini memiliki permasalahan yang serius ketika digunakan pada komputer
untuk kepentingan umum (general purpuse computer). Seluruh peralatan yang ada
pada bus memiliki kemampuan untuk berkomunkasi dengan kecepatan yang sama dan
dalam waktu yang sama pula.
Meningkatkan kecepatan
komputer merupakan pekerjaan yang berat, karena yang pertama kali harus
ditingkatkan kecepatannya ialah keselurukan kerja dari device-device komputer
yang ada dengan sebaik mungkin. Ketika kerja device-device yang ada tidak dapat
dipercepat secepat kerja komputer baik secara praktek maupu ekonomis, maka CPU
akan bekerja lebih lambat untuk sementara demikian pula kecepatannya untuk
berhubungan dengan device-device tersebut. Sementara itu bus sistem juga
bekerja lebih berat untuk mengkonfigurasikan ketika dibangun dari perlengkapan
yang biasa. Karna membutuhkan penambahan kartu ekspansi dan membutuhkan banyak
jumper dalam satu set alamat memory, I/O, prioritas interupsi dan nomor
interupsi.
Generasi Kedua
Sistem bus generasi
kedua dinamakan NuBus, sebagai penyelesaian dari berbagai masalah. NuBus
memisahkan komputer menjadi dua yaitu (CPU dan memory) dan perangkat keras
lainnya, dengan sebuah bus controller di antaranya. Ini akan membuat CPU
menjadi lebih cepat tanpa dipengaruhi BUS. Ini menyebabkan lebih banyak beban
untuk memindahkan data keluar dari CPU dan masuk kedalam kartu melalui bus
Controller. Jadi perangkat keras pada BUS dapat terhubung ke setiap bagian
tanpa intervensi dari CPU. bus ini dapat memindahkan lebih banyak data
disesuaikan dengan besarnya data yang akan dipindahkan, mulai dari 8 bit
perdetik secara paralel pada generasi pertama, hingga 16 atau 32 bit perdetik.
Semakin waktu semakin baik sejalan dengan perkembangan software setupnya. (
sekarang menjadi suatu standar dari plug-n-play) untuk menggantikan jumper.
Bagaimanapun juga
sistem baru ini memberikan suatu kualitas yang lebih baik dari generasi
sebelumnya. Oleh karena itu setiap bus dapat terhubung dalam kecepatan yang
sama. Ketika CPU dan Memory dirancang terpisah CPU pun terus berkembang
sehingga dapat meningkatkan kecepatannya. CPU dan Memory dapat meningkatkan
kecepatan lebih cepat dari bus. Jadi kecepatan bus sekarang lebih lambat dari
pada apa yang sistem modern butuhkan. Komputer menjadi lebih berat dalam
menyalurkan data. Contoh dari masalah ini adalah kartu video yang sangat cepat
seperti bus baru yaitu PCI, dan komputer mulai memasang AGP hanya untuk
digunakan sebagai kartu video. Pada tahun 2004 AGP terus berkembang menjadi
lebih besar sebagai kartu video high-end, dan akhirnya digantikan oleh
keberadaan bus baru PCI Express.
Dengan penambahan
jumlah dari perangkat keras external ini akan membuat sistem bus bekerja dengan
baik. Ketika disk drive pertama kali diperkenalkan, ini akan ditambahkan ke CPU
dengan sebuah kartu ke dalam bus. Oleh karena itu komputer-komputer memiliki
banyak slot diatas bus. Tapi pada pertengahan tahun 1980 dan 1990, sistem baru
seperti SCSI dan IDE diperkenalkan untuk melayani kebutuhan tersebut,
meninggalkan banyak slot pada sistem modern. Sekarang terdapat 5 bus berbeda
dalam suatu komputer yang didukung oleh berbagai macam perangkat keras.
Generasi Ketiga
Pada generasi ketiga
ini bus telah muncul di pasaran sejak tahun 2001 yang menyertai Hyper Transpord
dan InfiniBand. Bus ini sangat flexible dalam menghubungkannya. Bus ini dapat
digunakan bersama seperti internal bus. Sebaik sambungan mesin bersama ini akan
menyelesaikan permasalah ketika mencoba meminta service atau pelayanan yang
berbeda. Pembuat software berkerja keras untuk menyesuaikan dengan sistem ini,
karena tidak sesuai dengan perangkat keras itu sendiri, umumnya bus pada
generasi ketiga ini cenderung untuk suatu network dari pada konsep dasar suatu
bus, bus dengan protokol tinggi lebih dibutuhkan dari sistem yang juga
memberikan multiple device untuk digunakan dalam satu bus.
2.2.
Definisi BUS
Pengertian
bus adalah bagian dari sistem komputer yang berfungsi untuk memindahkan data
antar bagian- bagian d lam sistem komputer. Data dipindahkan dari piranti
masukan ke CPU, CPU ke memori, atau dari memori ke piranti keluaran. Bus
meruppakan jalur komunikasi yang dibagi pemakai suatu set kabel tunggal yang
digunakan untuk menghubungkan berbagai subsistem.
2.3. Definisi CONTROL BUS
Control
BUS adalah salah satu dari tiga macam bus yang
terdapat pada sistem mikroprosesor.
Bus yang lain adalah bus alamat dan bus data.
Adapun bus kontrol adalah jalur yang digunakan untuk menyalurkan sinyal
kontrol. Contoh dari sinyal kontrol yaitu sinyal baca memori (memory read/MEMR)
dan sinyal tulis memori (memory write/MEMW).
Control
Bus digunakan untuk mengntrol akses ke address bus dan data bus dan address bus.
Karena data dan address bus dipakai bersama oleh seluruh komponen, maka harus
ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Sinyal-sinyal kontrol melakukan
transmisi baik perintah maupun informasi pewaktuan diantara modul-modul sistem.
Sinyal-sinyal pewaktuan menunjukkan validitas data dan informasi alamat.
Sinyal-sinyal perintah mespesifikasikan operasi-operasi yang akan dibentuk.
2.4.
Fungsi
CONTROL BUS
Ø Mengontrol bus data, bus alamat
dan seluruh modul yang ada
Ø Berfungsi untuk mensinkronkan proses penerimaan
dan pengiriman data.
Ø Untuk mengatur memori atau port agar siap ditulis
atau dibaca.
Ø Sinyal Kontrol: RD, WR, IO/M.
Ø Sinyal Read dan write : untuk mengakses data ke
dan dari perangkat
2.5.
Bagian
– Bagian CONTROL BUS
Secara
umum control bus meliputi :
Ø Memory Write, memerintahkan data pada bus yang akan dituliskan ke dalam
lokasi alamat.
Ø
Memory Read memerintahkan data dari
lokasi alamat ditempatkan pada bus data.
Ø
I/O Write, memerintahkan data pada bus
dikirim ke lokasi port I/O.
Ø
I/O Read, memerintahkan data dari port
I/O ditempatkan pada busdata.
Ø
Transfer ACK, menunjukkan data
telah diterima dari bus atau data telah ditempatkan pada bus.
Ø
Bus Request, menunjukkan bahwa modul
memerlukan kontrol bus.
Ø
Bus Grant, menunjukkan modul yang
melakukan request telah diberi hak mengontrol bus.
Ø
Interrupt Request, menandakan adanya
penangguhan interupsi dari modul.
Ø
Interrupt ACK, menunjukkan penangguhan
interupsi telah diketahui CPU.
Ø
Clock, kontrol untuk sinkronisasi
operasi antar modul.
Ø Reset, digunakan untuk menginisialisasi seluruh modul.
BAB
III
PENUTUPAN
3.1.
Kesimpulan
Control Bus adalah salah
satu dari tiga macam bus yang
terdapat pada sistem mikroprosesor.
Control bus itu sendiri adalah jalur yang digunakan untuk menyalurkan sinyal
kontrol. Contoh dari sinyal kontrol yaitu sinyal baca memori (memory read/MEMR)
dan sinyal tulis memori (memory write/MEMW).
3.2.
Saran
Dalam
pembuatan makalah ini masih belum sempurna dan masih sederhana. Untuk itu
disarankan kepada pembaca untuk memberikan kritik serta sarannya sehingga bisa
bermanfaat bagi penggunaanya.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber Internet :

Komentar
Posting Komentar